4 Bendera Yang Menjadi Kontroversi

Bendera bisa dikatakan sebagai simbol kebanggaan suatu negara atau kelompok tertentu. Namun apa jadinya bila bendera itu ternyata memiliki makna tertentu yang bisa menyebabkan konflik dan bersifat merugikan banyak pihak dan menjadi kontroversial. Banyak bendera-bendera yang identik dengan kontroversi dan berstigma negatif. Pasalnya bendera ini dianggap sebagai gerakan-gerakan yang dicap ekstrimis atau mendobrak tatanan sosial. Tanpa banyak panjang lebar lagi, disini akan saya sam[aikan 4 bendera yang menjadi kontorversi.

  1. Bendera Swastika Nazi

Pada awalnya, bendera swastika merupakan lambang keberuntungan dalam ajaran Hindu dan Budha. Namun simbol ini diduplikat oleh Nazi Jerman. Partai yang dibuat Adolf Hitler itu menggunakan simbol swastika sebagai lambang resmi Nazi, saat sebelum terjadi perang dunia ke-1. Hingga sekarang Hakenkreuz atau swastika masih di identikan dengan Nazi dan kerap mengundang kontroversi.

  1. Bendera Pelangi

Bendera ini milik kebanggaan kaum homoseksual atau LGBT. Awalnya bendera pelangi ini terdiri dari enam warna yang dirancang oleh Gilbert Baker, yakni seorang seniman asal Francisco, Amerika pada tahun 1978, warna pelangi ini sengaja dipilih sebagai simbol keberagaman umat manusia.

  1. Bendera Matahari Terbit

Bendera ini dengan simbol matahari yang bergaris merah putih sebanyak 16 garis. Pada dasarnya bendera ini adalah bendera resmi angkatan laut Jepang, namun pada desainnya mirip dengan bendera nasional Jepang, hanya saja bendera nasional Jepang Tidak memiliki garis.

  1. Bendera Palu Arit

Bendera ini adalah lambang kebesaran negara-negara komunis seperti Korea utara, Cina, dan Unisoviet. Lambang palu arit pertama kali digunakan saat terajadi revolusi Russia. Palu yang berarti melambangkan para buruh dan para pekerja, sedangkan arit melambangkan mewakili para petani. Menyusul jatuhnya Unisoviet, bendera palu arit ini resmi dilarang dibeberapa negara termasuk Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *